Senin, 02 November 2009

Mitra Paket Buka Toko Yg TERMUDA dan TERJAUH

Bismillah,

Sekedar refresh kebelakang diakhir tahun 2008 saya membuat program "Paket Buka Toko" untuk yang ingin memulai berusaha http://poppygarmila2.blogspot.com/2008/12/fantastic-offer-paket-pembukaan-toko.html.

Responnya alhamdulillah sangat baik sampai hari ini sudah lebih dari 20 orang yg bermitra dengan kami.

MITRA TERMUDA:
Diantara para mitra ada member termuda sampai hari ini sebut saja mba A yang berusia 19 tahun dan masih berstatus mahasiswi semester V di salah satu perguruan tinggi swasta yg bergengsi. Awal perkenalan kami via email seperti calon mitra yg lainnya, setelah beberapa x email dan terjadi kesepakatan, mba A akan mengambil sendiri paket tersebut kerumah.

Setelah bertemu dirumahlah saya baru tahu, ternyata mba A ini masih sangat muda dan mitra pertama saya yg termuda. Setelah ngobrol saya acung jempol akan niat mba A ini beserta ibundanya. Jadi mba A ini dibelikan kios oleh Ayahandanya di salah satu Mall bergengsi di wilayah Jakarta Pusat, dan karena jurusan "Business" yg diambilnya, mba A ingin segera mempraktekan menjadi entepreneur muda mengelola toko ini beserta ibundanya. Setelah searching via internet, sampailah mba A kepada saya.

Setelah mba A, saya juga menerima email dari mba yg lain sebut saja mba B yg baru saja selesai di wisuda dan berniat ingin membuka toko. Insya Allah niat mba B ini berjalan mudah seperti mba A yg sudah lebih dahulu. Wah bangga juga melihat para generasi muda sudah mempunyai semangat entepreneur di usia yg masih muda dan produktif tidak melulu harus antri beramai ramai ketika ada job fair :)

MITRA TERJAUH:
Ibu N yang berdomisili di Sydney Australia adalah mitra paket buka toko terjauh sampai hari ini. Ibu N juga termasuk yg setia membaca blog2 saya. Setelah beberapa x email, akhirnya dengan "Bismillah" Ibu N bergabung dengan Ruzika. Paketnya sendiri sudah saya siapkan dan akan kami kirimkan dalam minggu2 ini.

Dari 2 kisah diatas, siapapun muda atau tua, jauh maupun dekat tidak menjadi halangan untuk dapat bergabung menjadi Mitra Paket Buka Toko yg kita tawarkan. Semoga para mitra2 kami diatas ataupun mitra2 kami sebelumnya sudah merasakan keberkahan dari business ini, dan semakin maju dan berkembang usahanya, amien.

CERITA IBU PENJUAL GADO2:
kalau kami lewat komplek di cibubur jika kami tidak sedang buru-buru atau kalau kami lagi kangen berat sama gado2nya si ibu, kami pasti mampir sebentar membeli gado2 ibu ini yg letaknya di dalam komplek tersebut.

Kalau soal rasa.. hmmm enggak kalah deh sama gado2 yg namanya cukup terkenal (tahu kan :)). Minggu yg lalu saya mampir kesana sambil nemenin si ibu ngulek mulai deh iseng saya kumat untuk tanya2.

Saya lihat si ibu selain jual gado2 juga mendisplay beberapa baju gamis muslim, ada juga etalase sederhana berisi beberapa potong seprei dan daster2 batik. Kalau dihitung jumlahnya paling tidak sampai 20 pcs.

Saya : Bu, jual baju2 juga, punya ibu atau titipan ?
Ibu : Jualan saya mba saya beli sendiri , kalau ambil dari orang jatuhnya udah mahal.
Saya : Yang suka beli siapa aja bu ?
Ibu : Orang2 komplek yg suka beli gado2 disini, terkadang saya bawa ke sekolah anak saya.
Saya : Banyak bu yg ambil ?
Ibu : Alhamdulillah kemarin ada yg ambil seprei 50 senilai 10 juta lebih
Saya : Wah.. siapa yg ambil bu ?
Ibu : Ibu2 sini juga mba, di jual lagi sama dia
Saya : Bayarannya gimana bu tempo yah ?
Ibu : Ya mba ada yg 2 x, 3x tergantung berapa banyak yg diambil
Saya : Susah enggak bu nagihnya ?
Ibu : Ada yg susah, ada yg ngertiin ada yg juga yg enggak ketagih orangnya udah pindah saya enggak tahu pindahnya kemana ?
Saya : Wah repot juga ya bu, terus kalau yg susah gitu gimana ?
Ibu : Ya saya tagih terus aja kerumahnya, biasanya klw suaminya sampai tahu ntar di cicil bayarnya mingguan. Repot memang tapi nanti juga lunas.

Dari cerita saya sama ibu penjual gado2 ini, business tidak perlu dimulai dengan yg toko yg besar ataupun modal yg besar. Dari rumah pun kita bisa memulai usaha. Saya enggak yangka juga omzet si ibu dari berjualan sambilan selain gado2 cukup besar juga yah. Tetapi mungkin mekanismenya yg harus kita perbaiki. Misalkan pembayaran tempo ini diatur sehingga uang kita tidak lama mengendap di tempat lain, dan ketika tiba waktunya untuk belanja barang kembali tidak susah.

Saya sampai hari ini lebih SAFE dan COMFORT bermain di cash and carry, banyak juga saya mendapat order2 besar dari toko2 di luar P. Jawa yg ingin bermitra dgn ruzika dgn sistem pembayaran tempo 2 - 4 minggu tapi kami belum bisa memenuhi karena kami ingin meminimalkan resiko kemungkinan uang tidak terbayar.

Jadi kalau ada yg sedang pikir2 untuk memulai usaha, jangan banyak dipikir dan ditunda lagi hubungi saja kami sekarang.

Salam

Jumat, 23 Oktober 2009

Waktu Luang Ngapain Enaknya Yah ?

Sehabis Masa Panen Raya berdasarkan historynya toko2 offline mengalami penurunan penjualan. Alhamdulillah untuk online masih ada yg bisa dikerjakan dan jumlahnya dari hari ke hari semakin significant.

Team saya sendiri sempat On Off bahkan sampai hari ini. Sehabis lebaran 3 karyawan Ruzika mengundurkan diri. Assistant online pindah ke lain hati (maksudnya ke lain hati perusahaan), 1 karyawan Ruzika Cibubur pindah ke Jawa utk menikah dan menetap disana mengikuti suaminya. 1 karyawan di SGC ribut hebat dengan teman se-team yg ini memang bikin tambah pusing ditambah lagi mba yg bantu2 urusan rumah juga On Off.

Berikut catatan kegiatan saya utk mengisi waktu luang :

1. MAKE OVER TAMAN DEPAN
Yang ini janji saya beberapa thn yl. "Ntar kalau Ibu udah enggak kerja, ibu urusin deh tamannya" begitu janji saya ke Nadya. Waktu berlalu udah 1,5 thn saya full dirumah "taman masih seperti yg dulu." Sekarang ada waktu luang dibantu Bang Toing (satpam komplek) yg sudah sering berkolaborasi bersama saya utk beresin rumah, terakhir project kita menutup lubang tikus di taman belakang he he he. Tentunya side project Bang Toing dilakukan ketika dpt jaga shif malam, siangnya bisa nyari tambahan katanya.

Pohon kamboja jepang saya yg tidak terurus. Halaman depan tampil minimalis cukup rumput aja he he he

Bang Toing memulai dengan memindah mindahkan pot2, untuk kemudian mencangkul dan membalikkan tanah.


Hari pertama selesai dicangkul, sementara sang Arsitek (ehem2 maksudnya saya sendiri) sibuk bolak balik cari tanaman apa yg cocok, cantik tapi ekonomis.


Hari ke-2, Arsitetk tinggal TATA2 tanaman + batu2an ditempatkan di posisinya, giliran Bang Toing tinggal nanam aja.


Ayo bang tinggal di tanam aja, jaga jaraknya yah.. he he

BRAVO KAN ! "Kalau panggil tukang taman enggak dapat 3,5 jt nih bu" begitu komen Bang Toing.




2. IKUT PAMERAN KREATIF KARYA KUKM - JCC 14 - 18 Oct, 2009
Yang ini kegiatan diluar rencana. Dapat tawaran ikut pameran dari teman yg sudah menjadi produsen binaan Departemen Koperasi. Kesempatan bagus sayang kan untuk dilewatkan. Ternyata cukup menguras energi saya selama 5 hari jaga pameran dari pagi jam 10.00 dan baru sampai di rumah jam 22.00. Target saya sendiri ikut pameran lebih ke Brand Awareness bukan ke retail sales. Alhamdulillah bisa berdampak baik di hari2 kemudian.

Gaya dulu di depan stand

Bu Mentri lagi lihat2 produk yg dipamerkan di salah satu stand dari Kalimantan


Seminar dan Talk Shownya bagus2 untuk menambah wawasan berwirausaha. Ketemu Mantan Direct Boss disalah satu perusahaan Multinational dulu yg menjadi salah satu pembicara dalam seminar tsb. Beliau juga sudah menjadi pengusaha dgn mendirikan usaha consultant.

Sabtu, 03 Oktober 2009

Memovitasi Diri Sendiri Gimana Caranya ?

Dulu waktu saya masih jadi orang gajian kalau habis liburan panjang terutama liburan lebaran badan baru terasa pegel disana sini setelah liburan usai. Bawaannya maless banget untuk memulai aktifitas rutin seperti biasanya. Ditambah lagi inget kalau besok harus masuk kerja lagi ughhh beteee berat.

Hari pertama masuk biasanya belum banyak kerjaan, lebih banyak waktu diisi bersalam salaman muter dari satu departemen ke departemen lain, sisanya ngobrol2 ngalor ngidul cerita liburan kemana aja he he. Besoknya biasanya udah mulai normal lagi, udah mulai tuh dapat telephone dari cabang sana sini, komplain ini itu, ditambah boss nanyain kerjaan yg kepending sebelum liburan dll. Baru kerasa mendadak kena insomnia sampai dimana yah qi qi qi ? Saya pernah loh ngalamin habis liburan lupa password utk log In :) terpaksa deh panggil orang IT.

Ternyata kerja dirumah hampir sama juga. Dari lebaran hari ke-5 waktu saya masih liburan di Jateng, udah mulai berdatangan sms order online. Langsung aja saya forwardin ke asisstant saya. Selesai liburan hari Senin order online terus berdatangan, alhamdulillah tapi di satu sisi info stok on hand masih blank, karena belum sempat stock opname pasca lebaran.

Kalau mau ngikutin mood sebetulnya malesss banget mau mulai reply2 sms. Masih kena jet leg liburan maunya nanti2 deh tapi prinsip saya dari dulu kemalesan itu harus di "Lawan" dan bagaimanapun "Customer is a King". Cara saya ya dengan "memaksakan diri" mengerjakannya, ambil buku pesanan satu2 ditulis, sms di reply, yg responnya positif di noted, yg enggak respon di delete dari sms list, yg deal langsung di info total yg harus di transfer dan no.rekeningnya.

Lama kelamaan jadi asyik dan mood kemalesan berangsur hilang dengan sendirinya. Apalagi melihat account kita jadi bertambah sangat membantu pencapaian target bulanan, mengingat pasca lebaran toko2 offline hampir dipastikan menurun drastis.

Prinsip saya terjun sekalian aja ke area yg membuat kita males utk memulai karena bagaimanapun area tsb tetap harus kita kerjakan kan ? Lebih cepat beres lebih baik, lebih banyak lagi order datang yg bisa di follow up. Minggu depan aktifitas buat PO ke produsen2 sudah bisa di proses tinggal fax2 aja dan tunggu barang datang. Masih ada beberapa produsen yg belum buka, tetapi PO yg penting sudah siap.

Saya pernah dengar ada suatu nasehat, kalau lagi mood enggak bagus untuk memulai suatu pekerjaan justru harus dimulai dari yg sulit/ tidak kita sukai dahulu, barus sisanya yg mudah/ kita sukai. Tetapi untuk memulainya itu mungkin harus punya "nawaitu" yg keras banget, ibaratnya tutup telinga kiri dan kanan, pandangan lurus ke depan dan terjun langsung he he he .

Selasa, 29 September 2009

Wisata Lebaran & Kuliner 2009

Alhamdulillah lebaran tahun ini kami mendapatkan rejeki dari Allah SWT sehingga bisa jalan2 sekaligus wisata kuliner bersama keluarga. Kalau inget2 15 tahun lebih yg lalu, jarang2 kami bisa menghabiskan cuti bareng bertiga dengan keluarga utk jangka waktu yg cukup lama.

Cuti harus bergantian menjaga si kecil sebelum mba assistant balik kembali dr kampung. Si mba biasanya bisa sampai 3 minggu pulang mudik. Paling2 cuti bareng hanya di hari lebaran dan sisa cuti bersama aja. Alhamdullillah atas keberkahan Allah SWT, kami sudah Full bekerja dirumah waktu menjadi lebih flexibel.

Setiap lebaran kami memang tidak pernah mudik karena baik mamah dan ibu ada di Jakarta. Mamah sendiri asli dari Sumedang, tetapi Kakek dan Nenek juga sudah tidak ada sehingga adik2 mamah biasanya yg datang ke Jakarta utk bersilahturahmi.

Ibu dari Magelang, Eyang Putri dan Kakung sudah tiada. Pak De dan Bu De hampir semua sudah berada di Jakarta berkumpul dengan anak2nya. Jadilah tradisi lebaran berkumpul di satu tempat saja di Rumah Pak De di Ciputat sehingga bisa bersilahturahmi dengan seluruh keluarga besar Magelang disatu tempat saja.

Aku dan Mas sendiri sudah kenyang mudik tiap tahun sewaktu kecil, dimana Nenek dan Kakek masih hidup. Dulu liburan sekolah bisa 1 bulan, sumedang adalah kota masa kecilku banyak kenangan indah yg masih teringat sampai hari ini jadi puitis deh :)

Tahun ini, Mas ngajak jalan2 keliling Jateng dan pulangnya via Jabar sambil merasakan suasana mudik, biar Nadya bisa ngerasain dikit2 deh terutama urusan kemacetannya. Awalnya aku rada2 was2 juga maklum Mas ngasih tahunya last minute, ngeri kejadian beberapa tahun yg lalu terulang lagi. Waktu itu kita go show ke Jogja di masa liburan sekolah, sampai tengah malam baru dapat hotel itupun hotel alakadarnya. Semua hotel bintang udah penuh termasuk hotel2 non bintang. Keadaan udah capek ya tidur juga, pagi2nya langsung cabut ke semarang.

Berdasarkan pengalaman yg lalu , kita coba jalannya hari ke -4 setelah Lebaran tapi teteup go show juga. Info mau jalan kemana aja, baru dpt dari mas 1 hari sebelum keberangakatan udah sore pula. Buru2 ngeprint dari internet nama2 hotel + lokasinya dan coba2 telp, tp semua nomernya enggak bisa dihubungi, ada bbrp yg sdh tdk aktif lagi. Terutama untuk hotel di Guci dan Dieng.

Hanya bisa pasrah dan berharap mudah2an masih ada kamar utk bermalam. Kami pergi berempat bersama Yang Ti, sementara Mamah pergi bersama Teteh dan suaminya beserta keluarga besarnya berwisata juga dengan tujuan yg berbeda.

HARI KE-1 : CIBUBUR - PEMANDIAN AIR PANAS GUCI (TEGAL)

Berangkat pagi2 dr cibubur jam 7 jemput Yangti dulu di Cijantung, langsung menuju Tegal via cikampek. Makan siang di Brebes menu ayam goreng mbok berek, melewati palimanan banyak yg jual mangga gedong, mampir utk beli pencuci mulut pada saat lunch. Mangganya manis dan segerr. Sampai Guci sekitar jam 2.00 perjalanan sangat lancar ketika memasuki area wisata sudah antri panjang butuh 1 jam untuk masuk tempat wisata disambung berjalan kaki, sementara mobil di parkir di pinggir jalan, malamnya baru bisa masuk ke hotel.

Kena macet puanjangggg memasuki lokasi wisata air panas guci. Ratusan wisatawan kayaknya tumplek disana. Terpaksa berjalan kaki utk mendekati tempat wisata.

Pemandangan air terjun sudah tidak terlihat berganti pemandangan orang mandi di bawah air terjun dan aliran sungai. Jadi enggak indah lagi utk dilihat :)




Enggak kebagian berendam di sungai, berendam sendirian di kolam renang hotel :). Alhamdullilah masih ada kamar kosong.


Pemandangan Guci dari kamar hotel. Malamnya kesampaian juga makan sate kambing BALIBUL (Bawah Lima Bulan) dan tongsengnya empuk dan yummi.



Siap2 ke Dieng habis sarapan mengingat pengalaman ke Guci muacett sengaja berangkat pagi2 menuju Dieng. Planning ke Batu Raden terpaksa dibatalkan.


Menuju Dieng melewati kebun kentang yg sedang di panen. Kentang Dieng terkenal lebih gurih rasanya, tapi sayang waktu kita mau beli sedikit sudah di borong oleh pembeli dari Bandung.



Haloo.. ini kebun jagungku :) mimpi kali yeee



Melewati kota Banjarnegara, nyempetin minum es dawet yg fenomenal suegerrr. Lunchnya makan ayam kampung depan alun2 banjarnegara untuk menetralisir sate kambing he he he.


HARI KE-2 : GUCI (TEGAL) - TEMPAT WISATA DIENG ( Telaga Warna dan Kawah Sikidang)


Gaya dulu berlatar belakang Telaga Warna. Sayangnya tempatnya juga agak kotor mungkin karena membludaknya pengunjung.


Konon menurut legenda disini tempat bertemunya Jaka Tarub dan Nawangwulan
(Jaka Tarubnya lagi berfoto dibawah, nawang wulannya yg pakai baju hijau) qi qi qi


Goa Semar kenapa dinamakan Semar karena batunya mirip Semar lagi duduk. Iya enggak sih ??



Prasasti Batu Tulis, selesai berfoto ada Guide ibu2 yg menghampiri kami dan meramal katanya Insya Allah kami bisa naik haji tahun 2011, amien. (maunya sih lebih cepet mumpung masih sehat)


Kawah Sikidang yg sedang bergejolak. Bau belerangnya sempat bikin pusing juga.





Bermalam di Dieng disekitar lokasi tidak menemukan hotel yg representative, lebih banyak rumah2 penduduk yg di fungsikan sebagai penginapan. Untung kami masih dapat kamar yg cukup bersih dan pelayanan yg baik mungkin karena biasa menerima wisatawan asing.


HARI KE-3 : DIENG - SOLO (via Telaga Mejer (arah wonosobo), Magelang, Ketep, Solo)

Turun dari Dieng menuju kota Wonosobo, melewati area wisata Telaga Mejer. Krn jaraknya tidak jauh sekalian lewat kita coba mampir. Telaganya bersih dan hawanya sejuk, pemandangannya indah juga krn masih pagi belum ada pengujung.


Peace .. !

Duhhh romantisnya :)

Waktu berangkat ke Dieng banyak lewatin warung2 yg jual mie ongklok di Wonosobo, turun dari Dieng sengaja niatin mau sarapan mie ongklok sekalian ingin tahu kayak apa rasanya.


Hmmm.. ternyata mirip mie kuah/ rebus hanya bumbunya lebih kental dan manis


Lewat kota Magelang, mampir dulu untuk nyekar makam Mbah



Sekali dayung dua tiga pulau terlampau. Sengaja mampir di area wisata KETEP yg merupakan puncak passnya Jawa Tengah. Tapi kok enggak dingin yah ?

Hayoo ngekerin orang lagi pacaran yah ?



Berpelukan ...

Hormat grakk !


Duh....segitu mesranya sama bapak :)

Yang Ti .. Peace ...

Sampai Solo sekitar jam 3 an. Sengaja cari hotel yg dekat2 dengan PGS (Pusat Grosir Solo, Pasar Klewer dan Keraton) dapat hotel baru buka Best Western tarifnya masih promosi asyiiikkk. Habis check in langsung nyebrang jalan kaki ke PGS, karena udah mau tutup belanjanya jadi buru2 tapi teteup dapet daster he he he.

At main lobby hotel, foto melulu sih udah laper nihhh


Kalau malam hari Depan PGS jadi pusat jajanan. Segala macam makanan ada disini. Perburuan segera dimulai, mau makan apa dulu nih ?


Udah kenyang mas ? Lagi ngincer makan apa lagi ?
Pilihanku dan Nad jatuh pada Bebek Goreng.. habis 2 porsi uenakk

Mau duduk atau lesehan ok2 aja.


Breakfast at hotel yg kenyang yah perjalanan jauh nih ke pangandaran estimasi 8 jam



Habis makan sempat ke Pasar Klewer dan Kampung Batik beli celana2 batik, blus2 dll utk oleh2. Setelah di bandingkan antara belanja di PGS, Kampung Batik dan Pasar Klewer teteup lebih murah dikit di Pasar Klewer. Sayang enggak sempat ke Surabi Notosuman krn ngejar waktu.


HARI KE-4 : SOLO to PANGANDARAN (kemaleman bermalam di Banjar), Pantai Pangandaran - Green Canyon

Ternyata rencana bermalam di Pangandaran hanya tinggal rencana. Karena bertepatan hari Sabtu bersamaan dengan arus balik sepanjang jalan Solo - Pangandaran via Yogyakarta, wates, kutoarjo, wangon, majenang, banjar (rencana via Semarang mau beli lumpia di cancel karena mengejar waktu) terpaksa harus bermalam di Banjar krn sudah kemaleman. Hampir di setiap kota2 yg dilalui terjadi penumpukkan penumpang arus balik menyebabkan bis2 berhenti untuk mengangkut penumpang.

Sampai Banjar sekitar jam 11 malam di list hotel yg kami print dari internet hanya ada 3 hotel, yg lumayan bagus kondisinya Hotel Banjar Indah sudah FULL rata2 tamunya senasib dgn kami terjebak kemacetan dan terpaksa hrs bermalam di Banjar tujuan mereka ada yg ke Bandung dan Jakarta.

Akhirnya dapat juga 1 kamar di hotel yg lain, walau kondisi kamar kurang bersih enggak ada pilihan lg jadilah tidur tanpa mandi he he he. Besoknya sengaja bangun pagi2 untuk mengejar jalan ke Pangandaran yg masih hrs ditempuh sekitar 1,5 jam lagi. Hari Minggu diperkirakan akan ada lonjakan pengunjug dan kami juga harus kembali ke Cibubur.

Sarapan pagi di pantai pangandaran menunya Sea Food, tapi harganya selangit euyy soalnya di daftar menu enggak ada daftar harganya. Apa harga special lebaran ?

Karena kemalaman dan nginep di Banjar, rencana mandi2 di pantai terpaksa di cancell, cuaca panasss banget dan pantainya enggak sebersih Pulau Sepa.



Di pantai enggak lama2 langsung cabut ke wisata green canyon sekitar 17 km ini baru seru !

Naik perahu bermotor yg lumayan kecil, perjalanan PP 45 menit tp sempat stress juga habis mesin motornya mati2 terus.


Indah kan ?



Mungkin karena musim kemarau air terjun yg jatuh tidak selebat di musim hujan.


Dari Green Canyon Pangandaran via Cijulang ke arah Tasik, wado dan Sumedang. Sama dengan perjalanan sebelumnya kami lagi2 terjebak arus balik terutama dari Tasik menuju Malangbong. Saya sempatkan nyekar ke Nenek dan Kakek di Sumedang walaupun sudah hampir maghrib enggak lupa bekel tahu dan lontong buat di perjalanan, makan lagi tidur lagi...

Tadinya mau via jalan cagak - Subang dan mampir di jatiluhur juga untuk menghindari kemacetan di jalan Cadas Pangeran, tp Mas udah kecapekan dan jalan via subang gelap akhirnya rencana dirubah jadi via tol Padaleunyi dan Cipularang. Alhamdulillah enggak begitu padat dan kami tiba dengan selamat jam 11 malam di Cibubur.

Salam