Selasa, 26 Februari 2008

Stok Vs Order to Principal

Urusan stok memang sudah makanan hari2 saya. Kerjaan saya di TDB saat ini juga ya ngurusin stok, buat order finished goods ke pabrik, dan juga melayani orderan dari cabang2.

Paling ideal memang jika kita punya stok untuk semua SKU, per variant detil sampai warna dan ukurannya.
Dan stok ada adalah hasil dari order kita ke principal/ pabrik.

Kalau di sebuah perusahaan semua data2 untuk membuat orderan ke principal datanya sudah tersedia dalam bentuk database tinggal main tarik2an data saja. Dapat formulanya jadi deh berapa yang harus di order.

Kalau saya buat order untuk RUZIKA ya harus dicampur aduk antara data dan feeling he he he . Kendalanya saat ini semua data masih manual.

Sebetulnya sudah terpikirkan untuk membuat aplikasi kecil Inventory dan Sales untuk toko kita, tapi informasi yang kita terima dari pabrik saat ini juga masih manual. Label produk belum ada kodenya, kalaupun ada identifikasinya belum terperinci sampai detil baru ada nama modelnya saja, belum ada identifikasi sampai ke warna dan sizenya.

Padahal pengaruh warna dan ukuran sangat berperan terhadap kontribusi sales dan penting juga terhadap keberadaan stok tersebut berapa lama ada di toko kita. Jangan sampai kejadian warna2 yang kurang diminati stoknya menumpuk dibanding warna2 yang diminati.

Menyinggung sedikit ke rencana kita untuk buat aplikasi Sales and Inventory, tentunya sebelum beranjak kesana kita harus menyiapkan pengkodean untuk semua produk yang ada di toko kita, dan itu berarti menyiapkan kode untuk semua item dari berbagai pabrikan ??? lumayan juga perlu waktu harus disiapkan semua dari Hulu ke Hillir.

Karena kalaupun itu kita jalankan sekarang, berarti semua stok on hand, produk yang akan di order, order yang akan datang dan diterima termasuk transaksi nota harian manual harus di entry ke sistem untuk mendapatkan laporan yang kita inginkan. Pertanyaanya siapa yang harus untuk entry ke sistem ?? Jawabannya pastilah ownernya kan komputernya ada dirumah, kalau udah gini tinggal tunjuk2an deh.

Terus terang saja rasanya kita udah kehabisan waktu, tapi apapun itu pepatah bilang "Tidak ada rotan akarpun berguna" alias "Tidak ada sistem manualpun jadilah !"

Balik lagi ke stok, selama ini saya membuat order ke principal tentu saja dengan memperhatikan stok on hand yang ada di semua toko saya saat itu. Biasanya tiap senin karyawan saya memberikan laporan hasil stok opname untuk satu brand yang memang penjualannya bagus sehingga diatas kerta saya bisa mengetahui item2 mana saja yang mulai menipis stoknya di masing2 toko.

Order ke principal biasanya saya buka sebulan sekali untuk bulan n+1 dan saya buat 1 minggu sebelum bulan n berakhir, dengan harapan barang yg kita order akan datang di awal bulan secara penuh.

Tetapi pada kenyataanya barang yg kita pesan tdk pernah 100% langsung kita terima bisa dlm jangka 3 X kirim dengan presentasi 70,20,10. Sebetulnya hal tsb bisa diminimalkan dengan memasukkan variabel kira2 selama periode 3x kirim itu stok on hand kita akan turun berapa % ?

Yang paling gampang pilih saja item2 yang fast moving/ paling laku pastilah dia akan lebih cepat berkurang dibanding yang slow moving/ kurang laku, buat saja angkanya 10-20%.

Tetapi kalau variabel tsb dimasukkan jumlah unit order kita akan muncul semakin besar, apalagi kalau kita mensyaratkan masing2 SKU harus punya satu bulan stok terhadap sales averagenya. Ujungnya kita butuh dana yang cukup besar.

Itu untuk satu brand, bagaimana dengan toko saya yang mejadi agen beberapa brand ? Uang modalnya harus di bagi bagi puyenggg juga euyyy.

Disatu sisi sebagai agen kita memang di tuntut menyediakan stok untuk semua SKU per variant produk yang di produksi oleh pabrik, tapi terkadang customer komplain jika satu produk yang dibutuhkan kebetulan kosong di toko kita.

Bisa saja produk yang dicari memang betul kosong karena beberapa item yang slow moving kita tidak sedia stok untuk 1 bulan, tapi terkadang ada keterlambatan kirim dari pabrik karena keterlambatan produksi.

Soundingnya toko kita di komplain tidak lengkap, tapi syukurlah kalau ada yang komplain seperti itu ke principal biasanya principal tahu permasalahannya dan bisa jawab sendiri karena record order kita mereka pegang dan tahu kenapa barang kosong di toko kita.

Pengalaman lebaran tahun lalu, saya sampai geleng2 kepala, padahal saya sudah antisipasi mencicil buffer tiga bulan sebelum bulan H, tapi rupanya para sub-agen saya juga melakukan hal yang sama. Ujung2nya buffer saya yang sudah dicicil ke sedot juga.

Rasanya kami harus cari investor musiman deh untuk mensubsidi dana extra persiapan stok menjelang idul fitri tahun ini. Kalau ada yang berminat please japri aja yah he he nanti kita bicarakan mekanisme bagi hasilnya.

Tahun lalu saya hanya punya 2 brand unggulan (SIK dan RABBANI) tahun ini saya punya 4 brand unggulan (SIK, RABBANI, SWARNA, dan El ZOYA) dengan potensi market yang sangat besar.

Untuk demand bulan normal saja dari bulan ke bulan mengalami peningkatan sejalan bertambahnya para pelaku business / member2 baru.

Kelihatannya saya harus mulai coret2 untuk menghitung dan memikirkan bagaimana strategy stok dan order, berapa % kenaikannya untuk masing2 brand sampai ketemu berapa nilai rupiahnya. Paling tidak kita bisa tahu berapa % kenaikkan modal yang harus dipersiapkan.

Hmm bulan ini saja, order SIK clothing sudah mengalami kenaikkan > 50% dari rata2 order bulanan saya ke principal. Hal tersebut bisa juga disebabkan banyaknya muncul model2 baru, sehingga pesanan terus meningkat khususnya model baru tsb.

Yupp tetap Optimis, walaupun dengan segala keterbatasan tidak menjadi alasan untuk mendapatkan hasil yang optimal ! Cheers

Jumat, 22 Februari 2008

HP CDMA Esia untuk Toko Jaringan Ruzika

Komunikasi yang lancar sangatlah berperan dalam menyampaikan informasi yang cepat, tepat dan akurat. Hal tsb juga kami rasakan bagi saya yang saat ini telah memiliki 4 (empat) buah toko dengan lokasi yang cukup jauh dan berbeda beda.

Apalagi ditambah dengan status saya yang masih bekerja, otomatis monitoring segala hal berkaitan dengan aktifitas di toko toko saya, hanya bisa saya dapatkan melalui komunikasi saya dengan karyawan karyawan saya dan alat pendukungnya hanyalah melalui HP karena di toko toko saya belum terpasang telephone lokal.

Menurut saya peran telephone lokal via telkom dirasa kurang praktis saat ini dimana harus datang ke kantor telkom, daftar, dan baru menunggu sambungan telephonenya. Sebaliknya penggunaan HP dirasa lebih praktis dan lebih murah.

Awalnya memang kami masih menggunakan HP yang dipunyai pribadi oleh karyawan2 kami, mekanismenya jika meraka ada urusan yang ingin ditanyakan seputar toko, mereka cukup misscall saya saja nanti saya akan balik call mereka. Dengan misscall mereka kan tidak kena potong pulsanya.

Tapi kalau mereka belum punya HP, dan pas teman yang satunya sedang OFF dan kebetulan yang punya HP, saya hanya bisa pasrah menunggu esok hari untuk mendapatkan informasi yang saya butuhkan.

Alhamdulillah, biasanya setelah berapa bulan bekerja, karyawan saya yang tadinya belum punya HP biasanya sudah mampu membeli HP sendiri.

Tapi terkadang ada juga customer yang kurang mengerti meminta mereka untuk call balik atau menjawab sms2 pertanyaan mereka. Yah kalau pas mereka ada pulsa, pas enggak ada dan lagi tanggung bulan, biasanya mereka kena semprot kok enggak di balas2 sms/ call mereka.

Atas dasar pemikiran tersebut, beberapa minggu yang lalu di koperasi tempat saya bekerja kebetulan ada tawaran cicilan HP CDMA Esia type C2601 seharga Rp. 199.000 sebelum PPN dapat dicicil 5 X atau 5 bulan sudah termasuk no. perdana, gratis 1500 sms dan pulsa senilai Rp. 25.000.

Penawaran tsb langsung saya infokan ke Dir.KEU Ruzika merangkap segala galanya he he alias Bp. Ryad. Setelah disetujui masuk anggaran operasional toko, langsung saya pesan 4 buah untuk Cibubur, Bogor. Cikarang (walaupun di cikarang saat ini ada 2 toko, tapi karena letaknya bersebelahan jadi bisa saling ganti2an) dan satunya untuk saya sendiri. Sementara Ryad saat ini sudah menggunakan CDMA dari Esia juga.

Jadilah sekarang informasi bukan hambatan lagi bagi ke-4 toko saya, saya sendiri dan Ryad untuk berkomunikasi dengan cepat, mudah dan murah.

Dengan pesan sponsor untuk masing2 toko 1. Hati hati mejaga HPnya hilang berarti harus mengganti, 2. tidak boleh digunakan untuk urusan pribadi di luar toko, 3. budget pulsa masing2 toko sebulan Rp. 25.000, dan 4. maximalkan informasi menggunakan SMS.

Mudah2an semuanya bisa lancar, informasi jadi cepat, tepat dan akurat, berimbas kepada omzet yang melambung, kepuasan customer bisa meningkat atas peningkatan pelayanan kita. Amien.

Selasa, 19 Februari 2008

HAPPY BIRTHDAY !!

Walaupun udah kelewatan dikit tapi boleh dong sharing cerita kalau di bulan February ini, ada dua orang anggota keluargaku yang aku sayangi berulang tahun.

Tepatnya 13 February, adalah hari ultahnya suamiku tercinta Bapak Ryad Kusuma he he he.. tambah tua loh pak ! Jangan galak2 yah he he he, tambah sayang sama aku dan Nadya.

Tahun ini aku enggak kasih kado, he he he habis tahun2 kemarin di kasih buku datar2 aja sih. Seperti yang suka mas bilang ke aku yang penting kan bukan kadonya.

Tanggal 16 nya jatuh hari Sabtu ultah si cantik Nadya yang ke-12. Karena teman2nya kemarin kemarin kalau ada yg ultah trendnya rupanya lagi traktir2an, jadilah dia janjian pulang les dari sekolah beramai ramai dengan segrupnya 7 orang mau jalan2 ke Mall Graha Cijantung terus makan di KFC.

Sabtu memang sekolah libur, tapi karena sudah kelas 6 ada les tambahan wajib. Paginya diantar Ryad ke sekolah, siangnya aku yang jemput.

Jam 10.00 ada sms, "Bu uang yang dikasih Bapak untuk traktir kira2 cukup enggak utk ber-7?" Saya jawab "cukup", disambung lagi "Kalau enggak cukup gimana ? Ibu kesininya jam 11, ketemu di KFC". "OK deh" jawab saya.

Sampai di graha, rupanya lesnya baru selesai, jadi dia lagi jalan kaki dari sekolah beramai ramai temannya menuju graha yang jaraknya memang tidak jauh dari sekolahnya.

Wahh ternyata di lt.3 mall area food court penuh dengan anak2 berseragam sekolah maupun yang tidak sedang ngumpul2... hmmm baru tahu saya.
Saya cari posisi pojok, kayak apa sih Nadya kalau sama teman2nya.

Enggak lama saya sudah mengenali dari jauh dia dan teman2nya.. udah besar juga yah dia, udah remaja.

Enggak lama saya menyapa dia dan teman2nya, Eyang Putri (Yang Ti) muncul juga. Rupanya Eyang tahu dari Nadya kalau ingin traktir teman2nya di Mall dan Eyang datang untuk menemani Nadya kebetulan rumah Eyang memang dekat juga.

Jadilah kami beramai ramai makan KFC bersama teman2 si cantik, sayang saya lupa banget ngeabadiin peristiwa tersebut.

Met Ulang Tahun Ya Nak, panjang umur, diberi kesehatan, sayang dan berbakti kepada orang tua dan menjadi anak yang solehah amien.

Minggu, 17 Februari 2008

Alhamdulillah Hijab Ruzika bisa On Line !

Monggo Ibu2, Bapak2, AA, Teteh.. mampir ke blog Hijab Ruzika http://jilbabruzika.blogspot.com/, atau langsung klik aja My Business sudah terpapang disana namanya.

Setelah nanya berulang kali sama mantan pacar dari yang mulai di tanggapi sabar ampe kesel he he he, abis nanyanya terus2an, akhirnya Alhamdulillah blog Jilbabruzika bisa terwujud.

Silahkan di lihat2 model2nya, jika ada yang tertarik langsung saja di order. Terimakasih udah mampir dan ditunggu ordernya.

Sabtu, 16 Februari 2008

Akhirnya Bisa Juga

Akhirnya si boss bisa sempat ngajarin aku juga gimana caranya mengattached foto2 ke blog dari HP ke PC, sampai editingnya.

Ampun deh padahal udah lamaaa banget aku minta ajarin he he he..memang sih lulusannya sama2 dari IT, wong aku enggak pernah kerja di IT jadi deh GAPTEK ABIS.

Silahkan di lihat foto2nya di cerita sebelumnya yang ketinggalan moment2 bergambarnya.